Kurs Valuta - Sistem dan Neraca Pembayaran Internasional

A. Pengertian Kurs Valuta

Pertukaran barang yang terjadi dalam perdagangan internasional tidak akan terlepas dari valuta sebagai alat pembayaran. Namun, masalah muncul jika mata uang (valuta) yang digunakan setiap negara berbeda nilainya. Oleh karena itu, perlu diadakan perbandingan antarvaluta sehingga transaksi perdagangan dapat berjalan dengan lancar.

Setiap negara di dunia memiliki mata uang sendiri-sendiri sehingga kita mengenal rupiah (Indonesia), ringgit (Malaysia), peso (Philipina), dolar Amerika (Amerika), dan masih banyak lagi. Karena perbedaan pemakaian mata uang di tiap negara maka muncullah kurs mata uang (kurs valuta). Dengan adanya kusr valuta, kita bisa menghitung berapa nilai (harga) suatu barang bila dinyatakan dalam berbagai mata uang negara lain. Pada umumnya, kurs menunjukkan perbandingan nilai berbagai mata uang asing terhadap mata uang dalam negeri (rupiah). Dengan demikian, kurs bisa diartikan sebagai nilai tukar (perbandingan) mata uang (valuta) suatu negara dengan valuta negara lain. Contoh perhitungan kurs valuta untuk menentukan nilai kurs valuta biasanya digunakan standar US $ yang merupakan hard currency dan diterima banyak negara. Misalnya, US$1 = Rp13.200,-, sementara US$1=RM 4. Ini berarti Rp13.200,-=RM 4. Dengan demikian RM 1 = Rp3.300,-.

Tinggi rendahnya nilai valuta (harga valuta) pada dasarnya ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran. Semakin tinggi permintaan valuta suatu negara maka akan semakin tinggi pula valuta negara tersebut atau sebaliknya. Sementara itu semakin banyak penawaran valuta suatu negara tersebut akan semakin menurun, atau sebaliknya.

Faktor yang memengaruhi permintaan valuta antara lain impor barang dan jasa. Semakin banyak impor berarti semakin banyak dibutuhkan valuta asing sehingga valuta asing meningkat, atau sebaliknya. Sementara itu semakin banyak ekspor akan menambah banyak cadangan valuta asing di dalam negeri.

B. Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing merupakan terjadinya pertemuan (hubungan) antara pemilik dan pembeli valuta (permintaan dan penawaran valuta) dari berbagai negara. Pasar valuta asing memiliki beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional, di antaranya: (Salvatore: 2014)
  1. Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses pertukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti halnya yang dilakukan oleh bank-bank dan pedagang.
  2. Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayaran dan penyerahan barangnya, pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakan perjanjian atau kontrak jual beli secara kredit.
  3. Memungkinkan dilakukannya hedging (penarikan dana). Seorang pedagang melakukan hedging jika pada saat yang sama melakukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda. Hal ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan atau menguarngi risiko kerugian akibat peerubahan kurs. Hedging dapat dilakukan pada pasar jangka (forward market). Pasar jangka adalah passar tempat transaksi jual-beli terjadi dengan harga yang disetujui pada saat transaksi dilakukan, tetapi penyerahan barangnya dilakukan kemudian hari. Hal ini, berbeda dengan spot market, yaitu transaksi dan penyerahan barang terjadi pada saat yang bersamaan.

C. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perubahan Kurs Valuta

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kurs valuta. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah:

1. Sistem Kurs yang Dianut

Ada tiga macam sistem kurs, yaitu sistem kurs bebas, sistem kurs tetap dan sistem kurs mengambang terkendali. Sistem kurs yang dianut suatu negara sangat memengaruhi cepat lambatnya perubahan kurs. Pada sistem kurs bebas, kurs sangat mudah berubah. Pada sistem kurs tetap, kurs tidak pernah berubah (kecuali diinginkan oleh pemerintah). Pada sistem kurs mengambang terkendali, perubahan kurs bisa dikendalikan pemerintah.

2. Selera (Cita Rasa) Masyarakat

Selera masyarakat yang meningkat pada produk suatu negara, meembuat permintaan terhadap produk negara tersebut juga meningkat. Peningkatan peermintaan terhadap produk negara tersebut tentu akan diikuti oleh peningkatan permintan terhadap valuta negara tersebut (untuk membayar impor). Oleh karena itu, nilai tukar valuta negara tersebut juga akan meningkat.

3. Keadaan Neraca Pembayaran

Apabila neraca pembaran suatu negara mengalami surplus (lebih), itu berarti terjadi kelebihan permintaan valuta negara terebut. Kelebihan permintaan tersebut akan menyebabkan nilai tukar valuta negara tersebut mengalami kenaikan, sehingga terjadilah perubahan kurs.

4. Adanya Kebijakan Devaluasi dan Revaluasi

Devaluasi adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing dengan tujuan meningkatkan ekspor. Sedangkan revaluasi adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing.

5. Keadaan Kurs Antarnegara Maju

Jika kurs di negara-negara maju mengalami perubahan, maka perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap kurs negara-negara berkembang seperti Indonesia. Negara-negara maju memiliki pengaruh kuat terhadap perekonomian negara berkembang. Negara-negara maju umumnya bertindak sebagai pemberi pinjaman kepada negara-negara berkembang, sehingga bila kurs antar neegara maju beerubah makan perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap kurs negara berkembang sebagai peneriman pinjaman. 

6. Kekuatan Permintaan dan Penawaran

Pada umumnya, perubahan kurs disebabkan oleh perubahan kekuatan permintaan dan penawaran terhadap suatu mata uang. Bila permintaan terhadap suatu mata uang bertambah, sedang penawarannya tetap, maka nilai tukar (kurs) mata uang tersebut akan meningkat. Sebaliknya bila permintaan terhadap suatu mata uang berkurang, sedangkan penawarannya tetap maka nilai tukar (kurs) mata uang tersebut akan menurun.

D. Sistem Kurs Valuta

Berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi peerubahan kurs tersebut, salah satu faktornya ialah sistem kurs yang dianut. Penetapan sistem kurs dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.

1. Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)

Kurs mata uang yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak sipengaruhi oleh fluktiasi ekonomi atau permintaan dan penawaran.

2. Kurs Mengambang (Floating Exchange Rate)

Kurs yang ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran atau oleh kekuatan pasar yang dibedakan atas clean float dan dirty float. Clean float, yaitu besar kecilnya kurs ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar dan pemerintah tidak ikut campur tangan. Dirty float, yaitu kurs yang dibiarkan mengambang, tetapi masih ada campur tangan dari pemerintah.

3. Kurs Stabil (Stable Exchange Rate)

Kurs yang ditentukan melalui kebijakan pemerintah untuk menstabilkannya. Kestabilan kurs dapat dicapai dengan cara:
a. Aktif, pemerintah menyediakan dana untuk stabilisasi kurs
b. Pasif, pemerintah menggunakan sistem standar emas.
4. Kurs Multiple
Kurs yang digunakan dalam jual beli valuta asing, meliputi kurs jual dan kurs beli.

0 Komentar